Makalah Konsep Dasar Manajemen, Kurikulum dan Pembelajaran

MAKALAH
KONSEP DASAR MANAJEMEN, KURIKULUM DAN PEMBELAJARAN

BAB I
PENDAHULUAN

Manajamen merupakan hal yang dasar dan sangat penting disetiap sistem kehidupan masyarakat. Bagaimana akan bisa mengatur dan mengorganisasi sebuah sistem menjadi lebih baik. manajanemen mempunyai fungsi yang beraneka ragam menurut perkembangan dan dinamika ilmu yang  berkembang. Merencanakan, mengorganisasikan, menggerakan dan mengevaluasinya. Sebelumnya manajemen menggunakan fungsinya, setidaknya kita haru s bisa memahami dan mengerti pola pemikiran dan pandangan konsep dasar manajemen.
Konsep dasar manajemen dalam sifatnya mempunyai pemahaman tersendiri. Manajamen bisa sebagai sebuah ilmu pengetahuan, manajemen sebagai sebuah seni pelaksanaanya, manajemen sebagai proses perkembangan, dan manajemen bisa sebagai profesi bagi seseorang. Manajen dalam dunia pendidikan sangat berpengaruh secara signifikan, dikarenakan tanpa sebuah manajemen pendidikan tidak bisa dijalankan dengan baik, atau tidak bisa berlangsung sama sekali.
Kurikulum merupakan aspek yang berpengaruh dalam dunia pendidikan. Keberhasilan pendidikan sedikit banyak terletak pada keberhasilan kurikulum. Dalam hal ini kurikulum mulai dari perencanaan sampai pelaksanaan dan penilaiannya, yang berperan dalam pengambilan keputusan mengenai kurikulum itu sendiri.
Banyak aspek pembaharuan dalam bidang pendidikan yang berpengarauh terhadap kurikulum, seperti program percepatan pembelajaran, kurikulum muatan lokal, desentralisasi, pelaksanaan remidial dan pengayaan, manajemen berbasis sekolah (MBS), kurikulum tingkat satuan pendidikan (KTSP), kurikulum berkarakter, dan yang baru-baru ini yaitu kurikulum 2013.
Pembelajaran menjadi salah satu aspek yang terdampak langsung dalam setiap perubahan kurikulum. Untuk itu dalam rangka menjamin keberhasilan  kurikulum pembelajaran diperlukan pengelolaan yang tepat dan sistematis. Pengelolaan atau manajemen kurikulum yang terkoordinasi dengan baik akan menunjang keberhasilan pencapaian tujuan pendidikan.
Berdasarkan hal tersebut di atas penulis bermaksud melakukan pembahasan tentang konsep manajemen kurikulum pembelajaran agar dapat membantu, memahami, dan mengontrol implementasi kurikulum pembelajaran, sehingga lembaga pendidikan bisa secara kooperatif dan mandiri mengidentifikasi kebutuhan kurikulum pembelajaran.



BAB II
PEMBAHASAN

A.    Pengertian dan Konsep Dasar Manajemen
Istilah manajemen memiliki banyak arti, tergantung pada orang yang mengartikannya. Istilah manajemen sekolah seringkali disandingkan dengan administrasi sekolah. Berkaitan dengan itu, terdapat tiga pandangan yang berbeda; pertama, mangartikan administrasi lebih luas daripada manajemen (manajemen merupakan inti dari administrasi); kedua, melihat manajemen lebih luas daripada administrasi; dan ketiga, pandangan yang menganggap bahwa manajemen identik dengan administrasi. Berdasarkan fungsi pokoknya istilah manajemen dan administrasi mempunyai fungsi yang sama.
Menurut Appley dan Oey Liang Lee (2010) manajemen adalah seni dan ilmu, dalam manajemen terdapat strategi memanfaatkan tenaga dan fikiran orang lain untuk melaksanakan suatu aktifitas yang diarahkan pada pencapaian tujuan yang telah ditentukan sebelumnya. Sedangkan menurut G.R. Tery ( 2010) menjelaskan bahwa manajemen merupakan suatu proses khas yang terdiri atas tindakan-tindakan perencanaan, pengorganisasian, penggerakan, dan pengendalian untuk menentukan serta mencapai tujuan melalui sumber daya manusia dan sumber daya lainnya.
Jadi dapat disimpulkan bahwa manajemen adalah suatu proses yang terdiri dari perencanaan, pengorganisasian, pengarahan dan pengawasan melalui pemanfaatan sumber daya dan sumber-sumber lainnya secara efektif dan efisien untuk mencapai tujuan tertentu (Athoillah: 2010).
            Gaffar dalam Mulyasa (2014), mengemukakan bahwa manajemen pendidikan mengandung arti sebagai suatu prases kerja sama yang sistematik, sistemik, dan komprehensif dalam rangka mewujudkan tujuan nasional. Manajemen pendidikan juga dapat diartikan sebagai segala sesuatu yang berkenaan denganpengelolaan proses pendidikan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan, baik tujuan pendek, menengah, maupun tujuan jangka panjang.
            Manajemen merupakan bagian yang integral dari proses pendidikan secara keseluruhan. Alasannya tanpa adanya manajemen tidak mungkin tujuan pendidikan dapat diwujudkan secara optimal, efektif, dan efisien. Untuk itu perlu dipahami fungsi-fungsi pokok manajemen, yaitu: perencanaan, pelaksanaan, pengawasan, dan pembinaan. Selanjutnya, keempat fungsi tersebut dapat dapat dideskripsikan sebagai berikut (Mulyasa, 2014), Perencanaan merupakan suatu proses yang sistematis dalam pengambilan keputusan tentang tindakan yang akan dilakukan pada waktu yang akan datang.Pelaksanaan merupakan kegiatan untuk merealisasikan renacana menjadi tindakan nyata dalam rangka mencapai tujuan secara efektif dan efisien.
            Pengawasan dapat diartikan sebagai upaya untuk mengamati secara sistematis dan berkesinambungan; merekam, memberi penjelasan, petunjuk, pembinaan, dan meluruskan berbagai hal yang kurang tepat, serta memperbaiki kesalahan. Pengawasan merupakan kunci keberhasilan dalam keseluruhan proses manajemen, perlu dilihat secara komprehensif, terpadu, dan tidak terbatas pada hal-hal tertentu. Pembinaan merupakan rangkaian upaya pengendalian secara profesioal semua unsur organisasi agar berfungsi sebagaimana mestinya sehangga rencana untuk mencapai tujuan dapat terlaksana secara efektif dan efisien.
            Sehingga dari definisi-definisi manajemen di atas, penulis berkesimpulan bahwa manajemen pendidikan merupakan  proses pengelolaan suatu institusi pendidikan secara sistematik, sistemik, dan komprehensif melalui perencanaan, pelaksanaan, pengawasan dan pembinaan untuk mencapai tujuan institusi tersebut.
       Konsep dasar merupakan aspek yang terdapat dalam suatu sistem. Adapun konsep dasar manajemen meliputi:
1.      Manajemen Sebagai Ilmu (Science),
            Manajemen dalam Ilmu Pengetahuan (science) manajemen selalu berusaha secara sistematis agar dapat memahami bagaimana dan mengapa manusia harus bekerja bersama agar dapat mencapai tujuan & membuat sebuah sistem kerjasama ini bisa bermanfaat bagi kepentingan kemanusiaan.
2.      Manajemen Sebagai Seni (Art)
            Menurut Appley dan Oey Liang lee (2010: 16) mengatakan bahwa “Manajemen adalah seni, dalam manajemen terdapat strategi memanfaatkan tenaga dan fikiran orang lain untuk melaksanakan suatu aktifitas yang diarahkan pada pencapaian tujuan yang telah ditentukan sebelumnya.”
            Jadi manajemen merupakan sebuah seni untuk tercapainya suatu hasil yang optimal dengan usaha yang standar, dan juga agar tercapainya sebuah kebahagiaan dan kesejahteraan yang optimal bagi sebuah pemimpin maupun pekerja serta mampu memberikan layanan yang sangat baik bagi masyarakat.
3.      Manajemen Sebagai Profesi
            Merupakan suatu bidang pekerjaan atau kegiatan yang dikerjakan oleh banyak orang yang mempunyai keterampilan dan keahlian sebagai pemimpin, manajer atau leader pada sebuah perusahaan atau organisasi tertentu.
4.      Manajemen Sebagai Proses
            Menurut G.R. Terry (2010: 16) menjelaskan bahwa “Manajemen merupakan suatu proses khas yang terdiri dari atas tindakan-tindakan perencanaan, pengorganisasian, penggerakan, dan pengendalian untuk menentukan serta mencapai tujuan melalui pemanfaatan sumber daya manusia dan sumber daya lainnya.” Oleh karena itu manajemen merupakan sebuah proses khas yang terdiri dari sebuah tindakan yang direncanakan, diorganisasikan, dilaksanakan dan dikendalikan dimana pada masing-masing bidang tersebut menggunakan ilmu pengetahuan dan skill yang diikuti secara urut dalam usaha untuk mencapai sasaran dan tujuan yang telah ditentukan




B.     Pengertian dan Konsep Dasar Kurikulum
            Menurut Suyanto (2007), kurikulum merupakan sebagai aktifitas yang menyangkut semua kegiatan yang dilakukan dan dialami peserta didik dalam perkembangan baik formal maupun informal guna mencapai tujuan. Lebih lanjut E. Mulyasa (2014), mengungkapkan pada Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan mengatakan bahwa kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan,kompetensi dasar, materi standar, dan hasil belajar, serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai kompetensi dasar dan tujuan pendidikan.
            Dari pengertian kurikulum di atas, seiring berkembangnya waktu pengertian kurikulum terus berkembang dengan perkembangan teori dan praktik. Dengan beragamnya pendapat secara teoritis, agak sulit untuk menemukan pengertian yang dapat dirangkum semua pendapat. Berdasarkan hasil kajian beberapa dimensi pengertian kurikulum R. Ibrahim (2005), mengelompokkan kurikulum menjadi tiga dimensi, yaitu:
1.      Kurikulum Sebagai Subtansi
       Dimensi ini memandang kurikulum sebagai rencana kegiatan belajar bagi siswa di sekolah atau sebagai perangkat tujuan yang ingin dicapai. Suatu kurikulum dapat juga menunjuk pada suatu dokumen yang berisi rumusan tentang tujuan, bahan ajar, kegiatan belajar mengajar, jadwal dan evaluasi.
2.      Kurikulum Sebagai Sistem
       Dimensi ini memandang kurikulum sebagai bagian dari sistem persekolahan, sistem pendidikan dan bahkan sistem masyarakat. Suatu sistem kurikulum mencakup struktur personalia dan prosedur kerja bagaimana cara menyusun kurikulum, melaksanakan, mengevaluasi, dan menyempurnakannya. Hasil dari suatu sistem adalah tersusunnya kurikulum.

3.      Kurikulum Sebagai Bidang Studi 
       Dimensi ketiga memandang kurikulum sebagai bidang studi, yaitu bidang studi kurikulum. Hal ini merupakan ahli kajian para ahli kurikulum dan ahli pendidikan dan pengajaran. Mereka yang mendalami bidang kurikulum mempelajari konsep – konsep dasar tentang kurikulum, melalui studi kepustakaan dan kegiatan penelitian dan percobaan, sehingga menemukan hal-hal baru, yang dapat memperkaya dan memperkuat bidang studi kurikulum.
            Pengertian ini senada dengan Nana Syaodih Sukmadinata (2005), mengungkapkan bahwa pengertian kurikulum ditinjau dari tiga dimensi, yaitu: 1) Sebagai ilmu; 2) Sebagai sistem; dan 3) sebagai rencana.
            Dari pendapat ahli di atas dapat diambil pengertian mengenai kurikulum secara umum. Kurikulum merupakan bentuk kegiatan untuk atau telah dilakukan pada tingkat satuan pendidikan yang mempunyai tujuan, dan pedoman penyelenggaraan proses pendidikan. Dan kurikulum merupakan tahapan belajar yang didesain untuk siswa dengan petunjuk institusi pendidikan yang berupa proses dan memiliki kompetensi. Pada dasarnya kurikulum adalah semua kegiatan yang dirancang bagi terdidik untuk mencapai tujuan pendidikan.
Lebih lanjut Purwadi (2003) menjabarkan pengertian kurikulum menjadi enam bagian, yaitu:
1.      Kurikulum sebagai ide.
2.      Kurikulum formal berupa dokumen yang dijadikan sebagai pedoman dan  panduan dalam melaksanakan kurikulum.
3.      Kurikulum menurut persepsi pengajar.
4.      Kurikulum operasional yang dilaksanakan atau dioprasional kan oleh pengajar di kelas.
5.      Kurikulum experience yakni kurikulum yang dialami oleh peserta didik.
6.      kurikulum yang diperoleh dari penerapan kurikulum.
Berbagai tafsiran tentang kurikulum dapat ditinjau dari segi lain sehingga penulis dapat menyimpulkan sebagai berikut:
1.      Kurikulum dapat dilihat sebagai produk, yakni sebagai hasil karya para pengembang kurikulum, biasanya dalam suatu panitia. Hasilnya dituangkan dalam bentuk buku atau pedoman kurikulum yang misalnya berisi sejumlah mata pelajaran yang harus diajarkan.
2.      Kurikulum dapat pula dipandang sebagai program, yakni alat yang dilakukan oleh sekolah untuk mencapai tujuannya. Ini dapat berupa pengajaran berbagai mata pelajaran tetapi dapat juga meliputi segala kegiatan yang dianggap dapat mempengaruhi perkembangan siswa misalnya perkumpulan sekolah, ertandingan, pramuka, warung sekolah, dan lain-lain.
3.      Kurikulum dapat pula dipandang sebagai hal-hal yang diharapkan akan
dipelajari siswa, yakni pengetahuan, sikap keterampilan tertentu. Apa yang
diharapkan akan dipelajari tidak selalu sama dengan apa yang benar-benar
dipelajari.
4.      Kurikulum sebagai pengalaman siswa. Ketiga pandangan di atas berkenaan dengan perencanaan kurikulum sedangkan pandangan ini mengenai apa yang secara aktual menjadi kenyataan pada tiap siswa. Ada kemungkinan, bahwa apa yang diwujudkan pada diri anak berbeda dengan apa yang diharapkan menurut rencana.

C.    Pengertian dan Konsep Dasar Pembelajaran
Istilah pembelajaran menurut Mukminan (2010) merupakan padanan dari kata instruction dalam bahasa inggris, yang berarti proses membuat orang belajar. Pembelajaran pada hakikatnya adalah proses interaksi antara peserta didik dengan lingkungannya, sehingga terjadi perubahan tingkah laku ke arah yang lebih baik.
Menurut Syaiful Sagala (2009) Pembelajaran merupakan membelajarkan siswa menggunakan  asas pendidikan maupun teori belajar yang merupakan penentu utama keberhasilan pendidikan. Pembelajaran merupakan proses komunikasi dua arah, mengajar dilakukan oleh pihak guru sebagai  pendidik, sedangkan belajar dilakukan oleh peserta didik atau murid.
Belajar merupakan proses aktif keterlibatan dan pemahaman. Dalam proses pembelajaran akan melibatkan peningkatan keterampilan, pengetahuan atau pemahaman, pendalaman nilai-nilai. Pembelajaran yang efektif akan menyebabkan perubahan, pengembangan dan keinginan untuk belajar lebih banyak.
Oemar Hamalik (2007) berpendapat bahwa pembelajaran adalah kombinasi yang tersusun meliputi unsur-unsur manusiawi, materiil, fasilitas, pelengkapan dan prosedur yang saling mempengaruhi untuk mencapai tujuan pembelajaran. Adapun konsep pembelajaran menurut Corey adalah suatu proses dimana lingkungan seseorang secara disengaja dikelola untuk memungkinkan ia turut serta dalam tingkah laku tertentu dalam kondisi-kondisi khusus atau menghasilkan respons terhadap situasi tertentu. UUSPN No. 20 tahun 2003 menyatakan pembelajaran adalah sebuah proses interaksi peserta didik dengan pendidik dan sumber belajar pada suatu lingkungan belajar (Syaiful Sagala: 2009).
Menurut Bigs (dalam Sugihartono dkk, 2007), mendefinisi pembelajaran dibagi dalam tiga pengertian, yaitu:
1.    Pembelajaran dalam Pengertian Kuantitatif.
Pembelajaran adalah penularan pengetahuan dari guru kepada murid. Dalam hal ini guru dituntut untuk menguasai pengetahuan yang dimiliki sehingga dapat menyampaikannya kepada siswa dengan sebaik-baiknya.
2.    Pembelajaran dalam Pengertian Institusional.
Pembelajaran adalah penataan segala kemampuan mengajar sehingga dapat berjalan efisien. Dalam pengertian ini guru dituntut untuk selalu siap mengadaptasikan berbagai teknik mengajar untuk bermacam-macam siswa yang memiliki berbagai perbedaan individual.

3.    Pembelajaran dalam Pengertian Kualitatif.
 Pembelajaran adalah upaya guru untuk memudahkan kegiatan belajar siswa. Dalam pengertian ini peran guru dalam pembelajaran tidak sekedar menjejalkan pengetahuan kepada siswa, tetapi juga melibatkan siswa dalam aktivitas belajar yang efektif dan efisien.

Dari beberapa pendapat mengenai makna pembelajaran di atas, dapat disimpulkan bahwa: 1) Pembelajaran sebagai usaha memperoleh perubahan prilaku. Hasil pembelajaran ditandai dengan perubahan perilaku secara menyeluruh, artinya perubahan perilaku peserta didik meliputi seluruh aspek, yaitu kognitif, afektif, dan motorik. 2) Pembelajaran merupakan salah satu pengalaman yang merupakan hasil interaksi dengan lingkungannya.



D.    Manajemen Kurikulum dan Pembelajaran
Menurut Oemar Hamalik (2007) menjelaskan bahwa pembelajaran merupakan  bentuk  dari aktualisasi kurikulum. Lebih lanjut dijelaskan bahwa implementasi kurikulum merupakan suatu penerapan konsep, ide, program, atau tatanan kurikulum ke dalam  praktik  pembelajaran.
Dengan demikian implementasi  kurikulum adalah penerapan atau pelaksanaan program kurikulum yang telah dikembangkan dalam tahap sebelumnya, kemudian diujicobakan dalam pelaksanaan dan pengelolaan, sambil senantiasa dilakukan penyesuaian terhadap situasi lapangan dan karakteristik peserta didik, baik perkembangan intelektual, emosional serta fisiknya.
Konsep manajemen jika diterjemahkan dalam kegiatan pembelajaran, maka menurut Syaiful Sagala (2007) dapat diartikan sebagai usaha dan tindakan kepala sekolah sebagai pemimpin instruksional di sekolah dan usaha maupun tindakan guru sebagai pemimpin pembelajaran di kelas dilaksanakan sedemikian rupa untuk memperoleh hasil dalam rangka mencapai tujuan program sekolah dan pembelajaran. Artinya manajemen pembelajaran di sekolah merupakan pengelolaan pada beberapa unit pekerja oleh personel yang diberi wewenang untuk itu, yang muaranya pada suksesnya program pembelajaran.
Tujuan manajemen pembelajaran adalah untuk menciptakan proses belajar dengan mudah direncanakan, diorganisasikan, dilaksanakan dan dikendalikan dengan baik. Dengan proses belajar-mengajar yang demikian itu maka pembelajaran akan berlangsung dengan efektif dan efisien. Efektif disini artinya dapat membelajarkan siswa sehingga dapat membentuk dan meletakkan dasar-dasar kearah perkembangan sikap, pengetahuan, keterampilan dan daya cipta yang diperlukan anak didik dalam menyesuaikan diri dengan lingkungannya.
Guru, murid dan bahan ajar merupakan unsur yang dominan dalam proses pembelajaran. Ketiga unsur ini saling berkaitan, mempengaruhi serta saling tunjang-menunjang antara satu dengan yang lainnya. Jika salah satu unsur tidak ada, maka unsur-unsur yang lain tidak dapat berhubungan secara wajar dan proses  pembelajaran tidak akan berlangsung dengan baik. Jika proses belajar  mengajar itu ditinjau dari segi kegiatan guru, maka terlihat bahwa guru berfungsi membuat  keputusan yang berhubungan dengan: 1) Perencanaan, 2) Implementasi dan 3) Penilaian Evaluasi (Abdul Majid: 2005).
Sebagai perencana, guru hendaknya dapat mendiagnosa kebutuhan para siswa sebagai subjek belajar, merumuskan tujuan kegiatan proses pembelajaran dan menetapkan strategi pengajaran yang ditempuh untuk merealisasikan tujuan yang telah dirumuskan, sebagai pengimplementasi rencana pengajaran yang telah disusun, guru hendaknya mempertimbangkan situasi dan kondisi yang ada dan berusaha. “memoles” setiap situasi yang muncul menjadi situasi yang memungkinkan berlangsungnya kegiatan belajar mengajar. Semua itu memerlukan keterampilan profesional yang memadai. Pada saat melakukan kegiatan evaluasi guru harus dapat menetapkan prosedur dan teknik evaluasi yang  tepat jika kompetensi dasar  yang  telah  ditetapkan pada kegiatan perencanaan belum tercapai, maka ia harus meninjau kembali rencana serta implementasinya dengan maksud untuk melakukan perbaikan (Abdul  Majid; 2005).
Dengan demikian, mengacu pada keterangan di atas, maka demi keefektifan manajemen pembelajaran, kepala sekolah disini sebagai pemimpin  pendidikan harus dapat mencapai dan melaksanakan fungsi dari manajemen yaitu diantaranya perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan dan pengawasan yang dapat diimplementasikan dengan baik dan benar dalam program pembelajaran.



BAB III
PENUTUP
A.    Simpulan
Manajemen pendidikan merupakan  proses pengelolaan suatu institusi pendidikan secara sistematik, sistemik, dan komprehensif melalui perencanaan, pelaksanaan, pengawasan dan pembinaan. Konsep dasar manajemen adalah sebagai ilmu, seni, profesi dan proses. Manajemen membuat sebuah sistem yang tertata secara lebih profesional. Konsep dasar tersebut bisa membuat pola pemikiran dan pandangan orang akan pentingnya manajemen dalam setiap setiap kehidupan.
Kurikulum merupakan bentuk kegiatan untuk telah dilakukan pada tingkat satuan pendidikan yang mempunyai tujuan, dan pedoman penyelenggaraan proses pendidikan. Dan kurikulum merupakan tahapan belajar yang didesain untuk siswa dengan petunjuk institusi pendidikan yang berupa proses dan memiliki kompetensi. Pada dasarnya kurikulum adalah semua kegiatan yang dirancang bagi terdidik untuk mencapai tujuan pendidikan.
Pembelajaran dari pembahasan di atas dapat disimpulkan sebagai pembelajaran yang mempunyai beberapa dimensi , yaitu: 1) Pembelajaran sebagai usaha memperoleh perubahan prilaku. Hasil pembelajaran ditandai dengan perubahan perilaku secara menyeluruh, artinya perubahan perilaku peserta didik meliputi seluruh aspek, yaitu kognitif, afektif, dan motorik. 2) Pembelajaran merupakan salah satu pengalaman yang merupakan hasil interaksi dengan lingkungannya.
B.     Saran
Implikasi dari konsep dasar manajemen, kurikulum dan pembelajaran adalah segala sesuatu dalam hal ini adalah pendidikan, membutuhkan sekali akan pengelolaan dan bentuk dinamikan penataan yang disebut dengan manajemen. Begitupun dengan kurikulmum dan pembelajaran semua harus berjalan beriringan dan berkesinambungan untuk menciptkan iklim pendidikan yang lebih baik.
Dengan harapan pendidik dan tenaga pendidikan bisa mengimplementasika kurikulum yang telah disusun pemerintah serta melaksanakannya dengan memamajen yang baik makan akan tercipta lingkungan pembelajaran yang efektif dan efisien. Kepala sekolah mempunyai peran yang sangat terpenting dalam menciptakan lingkungan sekolah tersebut. Sebagai pemimpin secara legitiminasi kepala sekolah bisa melaksanakan tupoksi sesuai yang telah diamanatkan oleh Undang-Undang atau Permendiknas.
Kepala sekolah dan guru dijadikan ujung tombak keberhasilan pembelajaran secara formal di Negara Kesatuan Replubik ini. Pelaksanaan manajemen waktu, dan kinerja bagi pendidik merupaka hal yang sangat diperlukan sekali. Menelaah kurikulum secara mendetail dan mengaplikasinya dilapangan akan mewujudkan pembelajaran yang diharapkan oleh Negara. Akhirnya pendidikan yang kreatif dan menumbuhkan karakter anak, akan menjadikan sebuah Negara yang bermartabat dan bisa dihormati Negara lain. Mental dan pemikiran Bangsa menjadi lebih maju dan berdaya saing tinggi.




DAFTAR PUSTAKA

Abdul  Majid. (2005). Perencanaan pembelajaran dan pengembangan standar kompetensi guru. Bandung: Remaja Rosda Karya.
Appley A,Lawrence & Lee Oey,Liang. (2010). Pengantar Manajemen. Jakarta. Salemba
Athoilah Anton. (2010). Dasar-dasar manajemen. Bandung: Pustaka Setia
Hamalik, Oemar. (2007). Proses Belajar Mengajar. Jakarta : Bumi Aksara.
Ibrahim. R. (2005). Penelitian dan Penilaian Pendidikan. Bandung: Sinar Baru Algesindo.
Mukminan. (16 Oktober 2010). Keterpaduan Pendidikan Geografi Pada Pendidikan  Dasar dan Menengah dengan Pendidikan Tinggi. Handout Disampaikan Pada Seminar Nasional dan Workshop di Fakultas Geografi Universitas Gadjah Mada.
Mulyasa. ( 2014). Pengembangan dan Implementasi Kurikulum 2013. Bandung:  Remaja Rosdakarya
Nana Syaodih Sukmadinata. (2005). Landasan Psikologi Proses Pendidikan. Bandung: PT Rosda Karya.
Purwadi. (2003). Kurikulum di Indonesia. Jakarta : Ciputat Pers.
Slamet Suyanto. (2007). Dasar-dasar pendidikan anak usia dini. Yogyakarta: Hikayat Publising.
Sugihartono dkk,. (2007). Psikologi Pendidikan. Yogyakata: UNY Press.
Syaiful Sagala. (2009). Konsep dan Makna Pembelajaran. Bandung: Alfabeta.
Terry, George R & Rue, Leslie W. Rue. (2010). Dasar-dasar Manajemen. (Terje G.A. Ticoalu). Jakarta: Bumi Aksara Empat. :

                                                                                 

Postingan Terbaru

info
>