Sebuah Pertemuan

Pertemuan untuk Sebuah Perjuangan 

"Kusadari diri saya bukanlah orang yang pintar untuk bisa melanjutkan pendidikan yang lebih tinggi. Namun semua itu antara sebuah takdir, ketekatan dan kenekatan. Semua itu bercampur dalam satu genggaman tangan yang senantiasa siap akan segala resikonya".


Mengingat saat pertama kali menginjakkan kaki disini hati saya begitu berdetak kencang, tanpa sebuah rancangan khusus bagiamana saya melakukan semua itu nanti. Namun semua itu secara perlahan sirna dengan sendirinya tatkala bertemu saudara-saudara lain dengan latar belakang yang berbeda. 
Pertama kali bertemu membuat kesan yang berbeda, kesan bahagia, tanpa sebuah beban berat yang akan menimpa. Iya memang benar..namanya juga baru tahap awal mau Sekolah lagi..he5..
Waktu terus berjalan tanpa kusadari sudah mendekati akhir tahun pertama kuliah. wajah yang dulu awalnya ceria seceria sekali, semakin hari semakin cemberut saja...he5..
Ya...Proses berkembang belajar dengan begitu banyak tugas yang menumpuk menjadikan hari tidak berasa sudah cukup lama melalui semua itu. 
Disinilah kebiasan saya mulai berubah, berubah menjadikan dunia malam selayaknya dunia siang. Seperti Batman yang bisa beraksi pada malam hari. Hemmm....
Dikejar deadline yang secepatnya harus selesai besok pagi. Pembelajaran pada semester kemarin adalah " Dimana ada kesulitan disitu pasti ada kemudahan" ehmmm...itulah pepatah yang harus senantiasa diingat untuk membangunkan semngat pribadi saya disaat pikiran muilai lelah. 


Tatkala pikiran mulai lelah akan sebuah tugas yang menggunung inilah obat penawarnya. keceriaan mulai timbul kembali dengan keakraban dan wisata pantai di Gunug Kidul Yogyakarta..
Meluruskan badan, merilekskan tangan dan mata untuk sebuah motivasi tersendiri buat saya dan teman-teman2. 
Ini kami lakukan pada awal pertemuan untuk saling mengenal diri satu sama lain. 



 Kisah sudah dimulai dengan sendirinya. masing masing membuat kisah tersendiri yang bisa berkesan buat teman-teman. saya yakin sebuah pertemuan ini tidaklah lama, akan tetapi waktu yang dicukupkan hanyalah tinggal satu tahun kedepan.

Saya hanya ingin membuat kesan yang mendalam buat kawan-kawanku semua. kesan yang akan selalu dikenang setelah semua beranjak dari kota ini.

Semua akan terasa indah tatkala kita semua sudah tidak bisa bersama lagi. he5...
Sahabat-sahabatku terhebat yang selalu membuat diri saya menjadi lebih berarti. 
terima kasih kawan...!

Mas Imi, mas Dedi, mas Joko, mas Woko, mas Agus, mas Werdi, mas Nandang, mas Didik, Mbk Atik, mbak Zul, mbak Feny, mbak Prita, mbak Ratna. 

Post a Comment for "Sebuah Pertemuan "