Perbedaan Pendidikan Jasmani dan Pendidikan Olahraga


Pendidikan Jasmani  dan Pendidikan Olahraga

Mengawali bahasan pendidikan jasmani sebagai bagian dari pendidikan olahraga merupakan alasan tersendiri bagi penulis. Sebuah pemahaman dasar bagi guru untuk mengubah pikiran menuju pembelajaran era masa kini. Terbesit dalam benak suatu pertanyaan, apakah berbeda antara pendidikan jasmani dan pendidikan olahraga?. Pertanyaan dengan jawaban sekilas yang hampir sama dan mirip. Kendati demikian praktek di lapangan kedua pengertian tersebut tidak ada bedanya sama sekali.  
Menelusur makna pendidikan jasmani sebagai gambaran untuk menambah kejelasan bagi anda.. (Subagiyo, 2008) menyebutkan pendidikan jasmani merupakan latihan jasmani yang dimanfaatkan,dikembangkan, didayagunakan dalam ruang lingkup pendidikan, baik sebagai sarana, metode, dan merupakan bagian mutlak dan seluruh proses pendidikan. Pendidikan jasmani merupakan sebuah proses yang menguntungkan dalam penyesuaian dari belajar gerak sebagai akibat yang timbul sesuai dengan aktivitas fisik yang menggunakan sebagian besar otot.
Lebih lanjut Suherman (2018: 47) menambahkan bahwa pendidikan jasmani merupakan salah satu alat yang sangat penting untuk merangsang pertumbuhan dan perkembangan, khususnya pertumbuhan dan perkembangan gerak manusia yakni gerak yang dibutuhkan manusia dalam beraktivitas kesehariannya baik untuk belajar mengenal alam sekitar maupun belajar mengenal dirinya sendiri sebagai mahluk sosiasl dalam usaha mengatasi dan menyesuaikan pserubahan lingkungannya.
Definisi pengertian dari beberapa ahli di atas dapat ditarik pengertian bahwa pendidikan jasmani merupakan suatu proses pendidikan yang berinteraksi dengan peserta didik dalam memberikan keluasaan gerak anak sebagai dampak dari peningkatan keterampilan motoriknya. Terutama aktivitas gerak yang sering dilakukan dalam kehidupan sehari yang menitikberatkan pada kegiatan fisik. Jadi, dari sini dimengerti bahwa dalam proses pendidikan jasmani tidak mengaharuskan peserta didik untuk menjadi olahragawan atau atlet.
Bagaimana dengan pendidikan olahraga itu sendiri? Pendidikan olahraga memfokuskan anak pada salah satu cabang olahraga yang digemarinya.. Kajian pendidikan olahraga memberikan ruang dan waktu bagi siswa untuk mendalami salah satu cabang olahraga. Mereka memilih satu cabang olahraga untuk ditekuni dalam mencapai prestasi yang maksimal. Pendidikan olaharaga identik dengan pencetakan atlet masa depan bagi anak.
Definisi terkait pendidikan olahraga telah dikaji oleh banyak ahli. Olahraga itu sendiri mempunyai makna gerak badan atau menggerakkan badan. Kalau kita lebih jauh kata sports dari bahasa latin yaitu disportet yang mengandung arti  menyenangankan, meghibur serta bergembira ria. Jadi olaharaga bisa artikan sebagai bentuk kegiatan aktivitas fisik yang membuat tubuh menjadi gembira bisa menghibur dan menyenangkan diri sendiri ataupun bersama orang lain.
Pada kegiatan olahraga terdapat banyak ketrampilan fisik yang harus ditekankan terutama pada otot-otot yang bersangkutan pada perkembangan gerak. Kondisi fisik seseorang perlu ditekankan dalam olahraga karena dalam olahraga dibutuhkan daya tahan sebagai sarana untuk untuk meningkatkan kondisi fisik.
Dengan pemahaman olahraga di atas, mari kita bertranformasi dengan pendidikan olahraga. Bagaimana hubungannya dan berbedakah dengan pendidikan jasmani dalam penerapan di satuab pendidikan. Pendidikan olaharaga ialah pendidikan yang melakukann pembinaan pada anak untuk menguasai cabang-cabang olahraga tertentu. Pendidikan olahraga cenderung pada kepelatihan olahraga yang memasang target anak atau atlet untuk mencapai prestasi puncak. Pengertian pendidikan olaharag juga dapat diasrtikan suatu teknik bermain yang telah diorganisir dengan baik, tersistem dan terencana dengan matang untuk menghaslkan titik puncak prestasi masa depan.
Pandangan pendidikan olahraga memang memandang anak atau peserta didik sebagai alat untuk perkembangan cabang-cabang olahraga. Mereka dididik diberikan progam tersistem demi kemajuan salah satu cabang olaharaga. Melihat pandangan ini bahwa pendidikan olahraga sangat bagus diterapkan pada pembinaan anak astau atlet dengan melalui komunitas atau klub-klub olahraga, sehingga progam yang dibuat bisa dicapai dengan optimal.
Berdasarkan ulasan di atas pendidikan jasmani dengan pendidikan olahraga adalah sangat berbeda. Begitu pula dengan pemahanan serta penerapannya. Melalui satuan pendidikan Pemerintah berusaha untuk memdidik anak melalui pendidikan jasmani dan berharap bisa mejadi aset berharga dalam pendidikan olaharagnya.
Perbedaan dan persamaan pendidikan jasmani dan pendidikan olaharaga sekilas sudah bisa dipahami melalui pembahasan diatas. Namun demikian kami akan membedah perbedaan dan persamaan tersebut secara umum dan khusus sebagai dasar pemahaman yang kuat bagi insan pendidik terutama guru olaharaga dalam meneraak fungsi di dalam satuan pendidikan. Adapun perbedaan dan persamaan bisa dilihat dalam tabel sebagai berikut.

                                                             Tabel 1 
Persamaan dan perbedaan Pendidikan Olaharaga dan Pendidikan Jasmani

No
Aspek
Pendidikan Jamani
Pendidikan Olahraga
1
Tujuan
Pendidikan untuk perkembangan peserta didik yang menyeluruh
Pendidikan yang berfokus pada gerak khusus dan sebagai sarana pencarian prestasi
2
Materi
Berpusat pasdas perkembangan gerak dasar anak atau apa yang suka dilakukan oleh anak.
Berpusat pada progam latihan pembentukan prestasi dan masa emas prestasi anak.
3
Model Latihan
Multilateral
Lebih spesifik
4
Bentuk Latihan
Menggunakan permainan tradisional atau yang dimodifkasi supaya anak mempunyai pengalaman gerak. Dan latihan ini dtidak dipertandingan dalam event-event perlombaan manapun.
Latihan yang lebih khusus dan dan bertahap dengan tujuan untuk pertandingan pada even kejuaraan yang akan datang.
Berfokus pada progam jangka pendek, menengah dan lama pada pertandingan-pertandingan yang akan diikuti.
5
Gerak
Berlatar pada gerak  kehidupan sehari-hari
Berlatar pada gerak spesifik, yaitu gerak fungsinoal dari cabang olahraga tertentu

6
Anak yang kurang terampil
Mendapat perhatian ekstra dan pembimbingan
Dengan sangat terpaksa ditinggalkan karena beroriented pada prestasi.
7
Peraturan
Tidak ada peraturan yang baku namun peraturan bisa dimodifkasi sesuai kebutuhan peserta didik
Dibakukan oleh induk organisasi olahraga.
8
Peserta didik
Wajib untuk semua anak disatuan pendidikan
Bebas siapapun boleh
9
Talent scouting
Dipakai untuk entry behavior
Dipakai untuk memilih atlet yang berprestasi dan sebagai atlet profesional.
10
Sarana dan Prasarana
Disessuaikan dengan kondisi sekolah dan kebutuhan peserta didik
Menggunakan sarana dan prasana yang baku dan sstandar.



Daftar Pustaka:

Suherman. 2018. Kurikulum Pembelajaran Penjas. Bandung: UPI Sumedang Press



Semoga Bermanfaat

Post a Comment for "Perbedaan Pendidikan Jasmani dan Pendidikan Olahraga"